Pentingnya memahami sifat dan warna cahaya

Pemahaman soal cahaya adalah salah satu hal penting yang fotografer perlu kuasai. Foto yang dihasilkan dari kamera pada prinsipnya adalah rekaman dari efek cahaya yang mengenai obyek, baik yang bersumber dari cahaya alami atau cahaya buatan seperti lampu pijar. Seorang fotografer yang mengerti bagaimana mata dan lensa melihat spektrum warna dapat memaksimalkan penggunaan cahaya dalam fotografi. Tulisan singkat ini tentunya bukan menjadi acuan untuk teori dasar pencahayaan, hanya meringkas hal-hal dasarnya saja.

light_dispersion1

Spektrum warna cahaya matahari maupun cahaya buatan dari lampu pijar tampak sama-sama putih kalau dilihat dengan mata. Namun, jika cahaya ini dilewatkan melalui prisma, ia terbagi menjadi warna pelangi. Ini menunjukkan bagaimana “warna” putih berisi banyak warna dalam sebuah spektrum warna. Ketika cahaya mengenai sebuah obyek, obyek tersebut menyerap sebagian dari spektrum warna dan memantulkan kembali warna lainnya. Bagian dari warna yang tidak diserap oleh obyek tetapi dipantulkan kembali ke mata adalah warna obyek yang tampak oleh mata manusia. Misalnya mawar merah memantulkan bagian merah dari spektrum warna dan menyerap warna yang lainnya, sedangkan benda hitam menyerap seluruh spektrum warna.

Cahaya Alami dalam Fotografi

Cahaya alami seperti cahaya matahari ternyata tidak sekonsisten yang anda kira. Pada jam-jam yang berbeda, nuansa spektrum warna yang berbeda bisa dihasilkan. Misalnya pada siang hari, bagian biru dari spektrum warna lebih dominan, menghasilkan cahaya yang ‘dingin’ (cool). Foto yang diambil pada siang hari terik tanpa awan menghasilkan cahaya keras, membuat foto menjadi sangat tajam dan kontras.

Contoh cahaya matahari yang keras menghasilkan kontras dan ketajaman tinggi

Cahaya matahari pagi yang keras menghasilkan kontras dan ketajaman tinggi

Cahaya sore berwarna kekuningan dan lebih lembut

Cahaya matahari sore berwarna kekuningan (warm) dan tidak terlalu kontras

Sebaliknya, cahaya alami pada saat matahari terbit dan terbenam lebih menampilkan bagian lebih merah-orange dari spektrum warna. Dalam fotografi, ini diikenal sebagai cahaya ‘hangat’ (warm), cahaya matahari yang terbit atau terbenam akan menghasilkan gambar yang lebih hangat dengan kontras lebih lembut seperti contoh foto saya diatas.

Cahaya Buatan dalam Fotografi

Ketika fotografer menggunakan cahaya buatan dalam fotografi, efek pencahayaan tergantung pada jenis sumber cahaya yang digunakan. Cahaya tersebar dari lampu pijar menghasilkan kesan hangat, kekuningan. Lampu neon menghasilkan cahaya menyebar yang agak kehijauan. Sementara lampu kilat mempunyai warna yang mendekati warna sinar matahari di siang hari yang netral. Kesemua cahaya ini memiliki karakteristik berbeda dan bisa dimanfaatkan untuk mendapat foto dengan pencahayaan terkontrol seperti di studio.

Cahaya Langsung (Direct) vs Cahaya Menyebar (Diffuse)

Arah cahaya dalam fotografi sangatlah penting : berbagai sudut cahaya menghasilkan bayangan yang berbeda, mengubah penampilan dari subyek yang difoto. Cahaya dalam fotografi digolongkan dalam dua jenis : cahaya langsung (direct light) dan cahaya menyebar (diffused light). Cahaya langsung, seperti cahaya dari matahari siang hari, mengenai subyek dari satu arah. Jika anda sedang mencari kontras tinggi antara cahaya dan bayangan, cahaya langsung adalah pilihan yang baik.

Cahaya matahari langsung bersifat keras, tajam dan kontras tinggi

Kontras tinggi membentuk bayangan dan kesan dimensi

Di sisi lain, cahaya menyebar mengenai subyek dari beberapa arah. Pencahayaan neon adalah salah satu contoh cahaya menyebar dalam fotografi. Cahaya menyebar akan menurunkan kontras dan melembutkan gambar.

Warna cahaya dan White Balance (WB) kamera

White-Balance

Sumber cahaya juga memiliki warna yang bervariasi sesuai temperatur Kelvin-nya, dan itu bisa mempengaruhi hasil foto. Ada baiknya anda mengenal berapa Kelvin lampu yang anda pakai. Bila tidak pasti, ilustrasi diatas bisa menjadi panduan dasar, misal Tungsten sekitar 3200K, flash 5500K dsb. Untuk mendapat hasil foto dengan warna yang netral, akurat dan sesuai aslinya kita bisa mengatur setting di kamera digital yaitu White Balance (WB), yaitu :

  • Auto WB : bila Anda ingin kamera untuk beradaptasi dengan perubahan cahaya dan menentukan setting WB yang sesuai
  • Tungsten : dipilih di kondisi pencahayaan dengan lampu pijar, kamera akan memilih temperatur warna di kisaran 3200K dan memberi banyak warna biru untuk mengimbangi kuningnya lampu pijar
  • Flourescent : dipilih bila berada di ruangan dengan lampu neon, kamera akan memakai temperatur warna di kisaran 4000K
  • Flash : dipilih bila sumber cahaya utama yang dipakai adalah lampu kilat
  • Daylight : untuk di luar ruangan dan sinar matahari cerah
  • Cloudy : untuk penggunaan outdoor di langit berawan atau mendung yang cenderung biru
  • Manual/Preset : ketika pilihan yang ada tidak memberi hasil foto yang netral. Dalam sumber cahaya yang dipakai saat itu, arahkan kamera pada kertas putih untuk mengubah pengaturan pencahayaan secara manual.

WB kelvin

Di kamera yang lebih canggih disediakan juga pilihan nilai Kelvin sesuai temperatur warna sumber cahayanya. Semakin tinggi nilainya semakin kuning, semakin rendah nilainya, semakin biru. Tujuannya untuk mendapatkan akurasi warna yang lebih presisi. Salah memilih WB yang sesuai warna sumber cahaya akan menyebabkan hasil foto jadi kebiruan, atau kekuningan.

Fotografi Warna atau Hitam Putih?

Pencahayaan memang penting dalam fotografi warna, tapi untuk fotografi hitam putih pencahayaan lebih penting lagi. Mengapa? Karena fotografi hitam putih adalah foto yang tidak mengandung warna (saturasi) sehingga hanya mengandalkan gradasi kontras antara area terang (highlight) dan area gelap (shadow).

Konversi dari warna ke BW melalui editing

Konversi dari warna ke BW melalui editing

Tapi pada dasarnya aturan dasar cahaya dalam fotografi berlaku sama antara foto hitam putih dan fotografi warna. Misalnya, cahaya langsung akan menciptakan kontras tinggi. Karena kontras antara terang dan gelap jauh lebih jelas dalam foto hitam dan putih, fotografer sebaiknya memilih cahaya langsung saat memotret hitam putih seperti contoh foto diatas.

Jadi dengan bisa mengenali sifat cahaya (keras-lembut), arah cahaya (langsung-menyebar), sumber cahaya (alam-buatan) dan warnanya (warm-cool) kita bisa lebih menghasilkan foto yang sesuai keinginan dan hasilnya akan lebih menarik. Selamat mencoba..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s